Home » , » Membuat Hati Lebih Tenang - Buah Manis Beriman Kepada Takdir (bag. 02)

Membuat Hati Lebih Tenang - Buah Manis Beriman Kepada Takdir (bag. 02)

Written By RACHMAT SR on Selasa, 25 Februari 2014 | Selasa, Februari 25, 2014

Kategori : Aqidah

بسم اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Ketenangan hati…

Inilah yang dicari-cari setiap insan yang hidup di dunia, berbagai macam cara yang dilakukan oleh seseorang untuk mencari yang namanya KETENANGAN HATI DAN JIWA;

Terkadang ia mengeluarkan harta yang begitu banyak hanya untuk menggapai ketenangan

Terkadang ia pergi ke sebuah tempat terpencil hanya untuk merasakan ketenangan

Terkadang ia meneguk minuman yang memabukkan atau obat yang menghilangkan akalnya hanya untuk sebuah ketenangan menurutnya

Terkadang juga ia berani melepas pekerjaannya yang haram, di saat sangat sulit mencari pekerjaan sebagai penghasilan hidup, ia lakukan itu hanya untuk menggapai sebuah ketenangan

Terkadang juga ia berani dan harus tega meninggalkan karib kerabat sanak family, anak istri yang sangat ia cintai bahkan orangtua! Hanya untuk mencari ketenangan.

Dan masih banyak lagi cara-cara insan manusia yang ia kerjakan hanya untuk mencari, menggapai ketenangan hati atau jiwa.

Sungguh ketenangan hati dan jiwa laksana berlian yang setiap orang menginginkannya

Sedikit cerita nyata yang pernah saya dapatkan dari seorang teman, beliau bekerja di sebuah perusahaan terkenal bergerak di bidang penyediaan dan perbaikan alat-alat berat, sering sekali beliau diperintahkan untuk memalsukan barang oleh manager perusahaannya, beliau sudah berusaha menolak mengerjakannya dan memperingatkan sang manager untuk merubah sikapnya karena ini adalah pemalsuan dan kecurangan, tetapi waktu terus berlanjut dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, akibatnya hatinya tidak tenang, di dalam hatinya selalu terbetik apakah harta yang ia dapat halal atau tidak?!?

Beda lagi kasus, seorang teman saya selalu disuruh untuk berdusta kepada pelanggan, kebetulan beliau kerja di bengkel, kadang ia disuruh berdusta oleh atasannya bahwa mobil atau motor yang dimasukkan ke bengkel rusaknya adalah ini satu, ini dua dan itu tiga, ditambah-tambahin, padahal tidak ada yang rusak kecuali cuma remnya saja misalkan, bahkan kadang tidak sekali dua kali ia diperintahkan untuk menyiramkan oli ke bagian bawah mesin mobil sebagai bentuk pura-pura agar dikira mesinnya bermasalah, sehingga harus diperbaiki, teman saya ini pun tidak tenang hatinya dengan pekerjaan culas yang ia kerjakan, tetapi di sisi lain, ia tidak mempunyai perkerjaan yang dengannya ia mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya. “Lalu bagaimana dong?”, katanya kepada saya.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang menyebabkan tidak tenangnya hati.

Saudaraku seiman…

Sungguh ketenangan hati adalah laksana berlian yang selalu di cari-cari dan diharap-harap oleh seorang manusia yang hidup di dunia.

Dan Demi Allah, salah satu yang mendatangkan ketenangan hati, terlepas dari beban, nyaman menghadapi masalah adalah dengan mengimani takdir Allah dengan benar.

Seorang mengimani takdir hatinya akan selalu tenang, jiwanya akan selalu tentram, bagaimana tidak !?! karena ia akan selalu mengingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

Artinya: “Dan kamu mengetauhi, bahwa sesungguhnya yang menimpamu (yang sudah ditakdirkan untukmu-pent) tidak akan pernah meleset dan bahwa yang tidak menimpamu (yang belum ditakdirkan untukmu-pent) tidak akan pernah menimpamu.” HR. Abu Daud.

Maka tidak heran setelah ini kita mendengar perkataan dari para ulama salaf yang mengaitkan ketenagan hati dengan beriman kepada tkadir Allah Ta’ala;

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

أصبحت ومالي سرورٌ إلا في مواضع القضاء والقدر .

“Akhirnya aku tidak memiliki kebahagiaan kecuali dalam tempat-tempat (yang memikirkan) qadha dan qadar.” Lihat kitab Jami’ Al ‘ulum wa Al Hikam, 21/33.

Ketenangan hatilah yang akhirnya Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan:

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة.

“Sesungguhnya di dalam dunia terdapat surga barangsiapa yang tidak memasukinya, niscaya ia tidak akan masuk surga akhirat.” Lihat kitab Al Wabil Ash Shayyib, 1/67.

Bahkan ketika beliau dipenjara, dalam keadaan yang serba terbatas, beliau masih bisa berkata:

ما يصنع أعدائي بي؟ أنا جنتي وبستاني في صدري، إن رحت فهي معي لا تفارقني، إن حبسي خلوة، وقتلي شهادة، وإخراجي من بلدي سياحة.

“Apa yang telah diperbuat musuh-musuhku kepada?”, surgaku dan kebunku di dalam hatiku, jika aku pergi maka ia bersamaku, tidak berpisah denganku, sesungguhnya penjaraku adalah khalwat (menyendiri utnuk beribadah kepada Allah), membunuhku adalah berarti mati syahid (di jalan Allah) dan dikeluarkannya aku dari negeriku adalah jalan-jalanku.”

Ketenangan ini pulalah yang menenangkan Abu Qilabah Abdullah bin Zaid Al Jarmi, seorang tabi’ie yang buntung kedua kaki dan tangan, penglihatan rabun, pendengaran lemah, sehingga ia masih bisa berucap:

اللهم أوزعنى أن أحمدك حمدا أكافىء به شكر نعمتك التي أنعمت بها على وفضلتنى على كثير ممن خلقت تفضيلا

“Wahai Allah, berikanlah aku petunjuk untuk memujimu dengan pujian yang mencukupi untuk bersyukur atas nikmat-Mu yang telah engkau berikan kepadaku, dan Engkau telah memuliakanku dengan kemuliaan yang tinggi dari makhluk yang engkau ciptakan.”

Bahkan ketika diberitahu bahwa anak lelaki satu-satunya yang biasa mengurusnya, memakaninya jika ia lapar, meminuminya jika ia haus, mewudhukannya jika ia hendak shalat, terbunuh di terkam binatang buas, Abu Qilabah Abdullah bin Zaid Al JArmi masih sanggup mengatakan:

الحمد لله الذي لم يخلق من ذريتي خلقا يعصيه فيعذبه بالنار

Segala puji hanya milik Allah yang tidak menciptakan dari keturunanku seorang makhluk yang akan bermaksiat kepada-Nya, lalu ia nanti akan menyiksanya dengan neraka.” Lihat kitab Ats Tsiqat, 5/3.

INILAH BUAH MANIS BERIMAN KEPADA TAKDIR ALLAH TA’ALA, MEMBUAT HATI LEBIH TENANG, JIWA LEBIH TENTRAM. SEMOGA SAYA DAN ANDA DAPAT MERASAKANNYA.

Sumber Artikel : Dakwahsunnah.com

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Meninggalkan Komentar Setelah Membaca :)
Rules!!
1. Berkomentar Harus Nyambung Dengan Artikel. Komentar Yang Tidak Jelas, Atau Hanya Bilang Nice Info Atau Sejenisnya. Akan Saya Hapus.
2. Gunakan Bahasa Yang Sopan! Jangan Gunakan Bahasa Kaskus. Gan, Ane, Juragan Atau Yang Lainnya. Lebih Baik Gunakan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar / Bahasa Inggris (Jika Bisa) :v
3. Saya Menerima Masukan Apapun Dari Anda. :)



 
Support : JC | PDIP KSA | PDP Jatim
Copyright © 2013. BLOG AL ISLAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger